Beranda indonisia Indonesia menawarkan 116 blok minyak dan gas baru kepada investor global

Indonesia menawarkan 116 blok minyak dan gas baru kepada investor global

122
0

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) menawarkan 116 blok migas baru kepada investor global untuk mencapai target produksi.

Selain membuka wilayah kerja (WK) migas baru, pemerintah sedang menjalin kerja sama teknologi dan operasional di WK yang sudah ada melalui Peraturan Menteri ESDM No. 14 tahun 2025, kata direktur jenderal migas ESDM, Laode Sulaeman dalam sebuah pernyataan pada Jumat (24 April).

Sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026, target produksi minyak diperkirakan mencapai 610.000 barel minyak per hari.

Laode menyatakan bahwa penemuan besar di Sumur Geliga, Blok Ganal, di lepas pantai Kalimantan Timur, yang diperkirakan memiliki potensi gas 5 TCF dan 300 MMbbl condensate, sangat penting untuk mencapai target produksi ini.

Maka dari itu, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan energi nasional di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin kompleks.

Pemerintah Indonesia telah menerapkan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif menyusul penutupan Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang merupakan rute penting bagi 20 persen pasokan minyak mentah Indonesia, jelasnya.

“Sa’at ini, kita sedang melakukan langkah-langkah mitigasi termasuk diversifikasi impor energi, optimalisasi pasokan domestik dan biofuel, peningkatan kinerja kilang, penguatan kerja sama bilateral, dan penerapan kebijakan konsumsi BBM atau LPG yang efisien,” kata Laode.

Untuk meningkatkan daya tarik investasi, kementerian telah memperbaiki regulasi melalui fleksibilitas kontrak yang memungkinkan investor untuk bebas memilih atau beralih antara skema Gross Split dan Cost Recovery, perbaikan fiskal dengan menyesuaikan pembagian keuntungan (split) untuk mencerminkan profil risiko lapangan, memberikan insentif berdasarkan ekonomi proyek, dan mempercepat perizinan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 tahun 2025, yang menjamin kepastian dalam waktu persetujuan izin.

Laode menambahkan bahwa Indonesia menawarkan tidak hanya sumber daya yang luas tetapi juga peluang riil. Pemerintah sedang mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan investasi bisa bergerak lebih cepat dengan kepastian yang lebih besar, katanya.

“Reformasi sedang berlangsung. Peluang-peluang tersedia. Pemerintah mengundang investor untuk menjadi bagian dari babak baru Indonesia di sektor hulu migas,” Laode menegaskan.

Berita terkait: SKK Migas, Eksplorasi Natuna Barat memulai tahap FID untuk Lapangan Gas Mako

Berita terkait: SKK Migas Indonesia akan mengebor 100 sumur eksplorasi pada tahun 2026

Penerjemah: Putu Indah Savitri, Yashinta Difa
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026