Beranda indonisia Indonesia meluncurkan pabrik bus listrik untuk mempercepat transportasi hijau

Indonesia meluncurkan pabrik bus listrik untuk mempercepat transportasi hijau

35
0

Menurutnya, proyek ini menandai tonggak penting dalam pengembangan industri Indonesia dan menjanjikan dukungan berkelanjutan dari pemerintah.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 bus listrik per tahun, dengan sekitar 40 persen komponen yang bersumber dari lokal. Ada rencana untuk meningkatkan proporsi komponen yang diproduksi secara lokal menjadi 60 persen dalam dua tahun, dan kemudian menjadi 80 persen.

Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa Indonesia berencana untuk sepenuhnya menghentikan impor bahan bakar dalam dua hingga tiga tahun dengan memperkuat swasembada energi negara.

Menurutnya, pencapaian tujuan ini akan dimungkinkan melalui program elektrifikasi 100GW dalam skala besar, yang akan dilaksanakan dalam dua tahun mendatang.

Ada rencana untuk menutup 13 pembangkit listrik diesel yang dimiliki oleh perusahaan milik negara, yang akan mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan. Diperkirakan bahwa pembongkaran pembangkit ini akan menghemat hingga 200.000 barel bahan bakar diesel per hari.

Pada saat yang sama, pemerintah sedang mempromosikan produksi dan penggunaan sumber energi alternatif, termasuk pengolahan minyak kelapa sawit dan minyak sayur bekas menjadi bahan bakar aviasi. Investasi besar juga direncanakan untuk pengembangan pusat pengolahan dan kilang minyak.

Sebelumnya, Qazinform melaporkan bahwa Senat Parlemen Kazakhstan telah menyetujui undang-undang ratifikasi kesepakatan kemitraan strategis dalam produksi dan transmisi energi hijau antara Azerbaijan, Kazakhstan, dan Uzbekistan.