Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata menekankan bahwa gastronomi adalah sektor strategis dalam membangun identitas pariwisata Indonesia yang khas, kompetitif, dan berkelanjutan. “Pengembangan gastronomi tidak bisa dilakukan secara parsial, harus dilihat sebagai sistem yang terintegrasi,” kata Wakil Menteri Sumber Daya dan Institusi di kementerian tersebut, Martini M. Paham, dalam sebuah pernyataan pers di sini pada Selasa.
Beliau menekankan bahwa gastronomi tidak hanya tentang makanan, tetapi juga mencerminkan pengalaman, identitas, dan bagaimana sebuah destinasi dikenal melalui rasa dan ceritanya. Pengalaman wisatawan, katanya, sering kali dibentuk tidak hanya oleh apa yang dilihat, tetapi juga oleh apa yang dirasakan melalui makanan dan interaksi budaya.
Oleh karena itu, pengalaman kuliner memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas wisatawan, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberlanjutan destinasi pariwisata. “Hal ini termasuk kualitas sumber daya manusia, standar kebersihan dan sanitasi, pemahaman budaya, penciptaan nilai, strategi kolaborasi, dan penguatan pemasaran,” kata Martini M. Paham, yang akrab disapa Diah.
Mengenai hal ini, kementerian terus mendorong peningkatan kualitas sektor gastronomi sebagai salah satu identitas utama pariwisata, yang diharapkan dapat memperkuat daya saing destinasi pariwisata Indonesia di tingkat global. Untuk memperkuat upaya tersebut, kementerian mengadakan talk show “Ruang Diskusi Strategis” pada 7 April 2026, dengan tema “Peran Perempuan dalam Strategi Pengembangan Pariwisata Gastronomi Indonesia.”
Forum ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Perempuan dianggap memiliki peran sentral dalam pengembangan pariwisata gastronomi, baik dalam menjaga pengetahuan kuliner tradisional, sebagai pengusaha, maupun sebagai pencipta pengalaman pariwisata otentik dan bernilai budaya.
Peran ini merupakan pondasi penting dalam menghasilkan inovasi dan memperkuat kualitas gastronomi Indonesia. “Kami berharap ide-ide yang dihasilkan dari forum ini tidak berhenti pada tingkat diskusi, tetapi akan diterjemahkan ke langkah-langkah konkret dalam mengembangkan pariwisata gastronomi nasional,” ujarnya. “Kualitas gastronomi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan sistem manajemen,” tambahnya.
(Berita terkait: Indonesia mengandalkan literatur dan kuliner untuk meningkatkan diplomasi budaya) (Berita terkait: Kementerian Pariwisata menerbitkan jurnal pariwisata berkelanjutan baru) (Berita terkait: Indonesia mendorong UMKM untuk bersaing dengan impor melalui branding kreatif)
Penerjemah: Sri Dewi Larasati, Katriana Editor: Azis Kurmala Hak cipta © ANTARA 2026







