Beranda Sepak Bola Barcelona Gagal di Liga Champions, Hansi Flick: Jika Kalian Mencetak Gol Ketiga

Barcelona Gagal di Liga Champions, Hansi Flick: Jika Kalian Mencetak Gol Ketiga

32
0

Barcelona menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai babak semifinal Liga Champions hanya karena gol dari Atletico Madrid yang dicetak oleh Ademola Lookman. Pelatih Hansi Flick mengakui bahwa hasil akhir pertandingan akan berbeda jika Barca bisa mencetak gol ketiga.

Barca hanya menang 2-1 atas Atletico dalam pertandingan kedua babak perempat final di Stadion Metropolitano, Madrid, Rabu, 15 April 2026 WIB. Barca sebenarnya memiliki kesempatan untuk menambah gol ketika Ferran Torres berhasil mencetak brace di babak kedua. Namun gol itu dianulir karena dia berada dalam posisi offside.

Sebelumnya, gelandang Fermin Lopez juga mendapat peluang bagus saat menghadapi kiper Juan Musso. Namun, peluang itu tidak dimanfaatkan untuk merobohkan gawang Atletico.

Setelah kehilangan bek Eric Garcia yang mendapat kartu merah karena menghalangi Alexander Sorloth dari belakang, Barca kesulitan menambah gol. Meskipun mereka menang dalam pertandingan besar antara tim-tim La Liga Spanyol ini, Barca tetap tereliminasi karena kalah 3-2 secara agregat. Ini tidak terlepas dari kekalahan 2-0 Barca dalam pertandingan pertama di kandang.

“Kami tentu kecewa,” kata Flick dalam tanggapan atas kekalahan Barca seperti yang dikutip oleh situs UEFA. “Kami sebenarnya menciptakan banyak peluang, terutama di babak pertama,” katanya lagi.

“Kami juga memiliki kesempatan untuk mencetak gol ketiga. Alih-alih bisa menambah gol, kami malah kebobolan,” kata mantan pelatih tim nasional Jerman tersebut.

Menurut Flick, penyelesaian akhir tim seharusnya lebih baik sehingga mampu menyelesaikan peluang yang ada. Apalagi, Blaugrana sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Mereka berhasil mencetak dua gol dalam waktu kurang dari 25 menit. Bahkan Lamine Yamal sudah merobohkan gawang Musso saat pertandingan baru berlangsung empat menit.

Barca menjadi lebih percaya diri setelah menambah gol melalui Torres pada menit ke-24. Gol itu menyamakan agregat menjadi 2-2. Sayangnya, saat mengejar gol ketiga, gawang Garcia malah kebobolan pada menit ke-31 dan akhirnya kalah 2-1.

“Itu sepakbola. Kami seharusnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun ini lebih tentang mentalitas dan sikap. Tim memberikan segalanya. Pemain melakukan pekerjaan yang sangat baik. Hanya saja itu tidak cukup untuk membawa kami lolos,” kata Flick.

Sementara itu, gelandang Frenkie de Jong mengatakan tim membutuhkan keberuntungan saat bermain di Liga Champions. Pertanyaannya adalah, tim tidak diberkati dengan keberuntungan sehingga beberapa peluang yang seharusnya bisa diubah menjadi gol gagal berbuah hasil.

“Kami bermain sangat baik. Dan, kami memberikan segalanya. Namun, saya pikir kami tidak beruntung. Di Liga Champions, terkadang Anda membutuhkan keberuntungan,” kata De Jong.

“Tentu saja ini bukan pencapaian yang memuaskan saat kita tereliminasi di perempat final. Karena kita ingin menang,” katanya.

Gagal di Liga Champions, Barca beralih fokus ke kompetisi domestik. Ini adalah satu-satunya gelar yang masih bisa diraih karena Barca juga gagal dalam Copa del Rey. Namun, mereka sudah memenangkan trofi dengan meraih Supercopa de Espana.

Dalam kompetisi La Liga, Barca memiliki kesempatan besar untuk menjadi juara. Mereka masih memimpin klasemen dengan keunggulan sembilan poin dari rival terdekat mereka, Real Madrid.