Beranda Sepak Bola Chelsea Berjuang Keras untuk Mengeliminasi Tim Kelas Tiga dalam Piala Liga Inggris

Chelsea Berjuang Keras untuk Mengeliminasi Tim Kelas Tiga dalam Piala Liga Inggris

159
0

JAKARTA – Chelsea harus bekerja keras untuk mengalahkan Cardiff City yang berkompetisi di Liga Satu atau divisi ketiga dalam Piala Liga Inggris atau Piala Carabao babak perempat final. Dalam pertarungan di Stadion Cardiff City, Rabu, 17 Desember 2025 dini hari WIB, Chelsea menang 3-1 sehingga lolos ke babak semifinal.

Chelsea tampil dengan tim yang berbeda. Manajer Enzo Mareca mengubah skuat setelah menang 2-0 atas Everton dalam Liga Premier Inggris. Selanjutnya, dalam pertandingan tengah minggu, Maresca menurunkan lima pemain dari akademi plus mereka yang sudah duduk di bangku cadangan seperti Jamie Gittens.

Pemain yang dibeli dengan harga tidak kurang dari 50 juta poundsterling dari Borussia Dortmund kontradiktifnya hanya menjadi pemain cadangan. Ironisnya, pemain timnas Inggris U-21 malah menjadi bintang di Dortmund.

Selain Gittens yang dimulai dalam pertandingan, Maresca mengandalkan Marc Guiu sebagai penyerang tengah dan gelandang Moises Caicedo yang merupakan satu-satunya pemain inti.

Namun, skuat level kedua the Blues tidak mampu memenuhi ekspektasi. Selama 45 menit pertama, mereka gagal menunjukkan performa terbaik mereka dan jarang menciptakan peluang untuk mencetak gol ke gawang Cardiff.

Guiu akhirnya mendapat kesempatan bagus saat menerima umpan dari Caicedo pada menit ke-30. Namun, tendangan dari pemain timnas Spanyol U-17 yang sebelumnya bermain di Barcelona tersebut masih bisa dihentikan oleh kiper Nathan Trott.

Di sisi lain, Cardiff, yang mendapat dukungan penuh dari para pendukung karena bermain di kandang, mengalami kesulitan dengan pertahanan Chelsea.

Pemain sayap Isaak Davies memiliki tiga peluang yang bisa menjebol gawang Filip Jorgensen. Peluang pertama didapat Davies yang menyambut umpan dari Joe Bagan. Namun, tendangannya masih melebar.

Selanjutnya, usahanya masih bisa dibatalkan oleh Jorgensen meskipun sudah mengenai mistar gawang. Peluang lain juga gagal dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Di babak kedua, Maresca memasukkan Joao Pedro dan Alejandro Garnacho, yang membuat serangan Chelsea lebih hidup.

Permainan ofensif yang ditunjukkan oleh juara Liga Champions dua kali tersebut berjalan dengan baik. Akibatnya, Garnacho akhirnya berhasil membuka kebuntuan setelah berhasil menjebol gawang Cardiff pada menit ke-57.

Gol ini tercipta ketika gelandang Facundo Buonanotte berhasil memotong umpan dari bek Dylan Lawlor. Pemain Argentina berusia 20 tahun itu kemudian memberikan assist kepada rekannya, Garnacho, yang langsung mengeksekusi untuk memberi Chelsea keunggulan 1-0.

Setelah berhasil membuka kebuntuan, Chelsea menjadi lebih agresif dalam memberikan tekanan. Namun, saat menyerang, Chelsea bahkan kebobolan gol pada menit ke-75. Gelandang David Turnbull berhasil menyamakan kedudukan ketika ia berlari untuk menyambut umpan silang Perry Ng. Sundulan Turnbull tidak bisa diselamatkan oleh Jorgensen sehingga skornya berubah menjadi 1-1.

Gol ini meningkatkan adrenalin para pemain Cardiff. Mereka mencoba menyamakan permainan serangan Chelsea. Namun, usaha Bluebirds tidak membuahkan hasil.

Di sisi lain, Chelsea kembali unggul setelah Pedro Neto, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol pada menit ke-82. Tendangannya mengenai Bagan sehingga sedikit mengubah arah, yang membuat Trott bingung.

Gol yang menjatuhkan kekuatan Cardiff. Apalagi, Garnacho kemudian mencetak brace pada injury time. Gol Garnacho yang menyambut assist dari Pedro mengubah skor menjadi 3-1. Skornya tetap sampai akhir pertandingan.