Newcastle mengalami kekalahan ketiga secara berturut-turut saat mereka kalah dari Crystal Palace di Selhurst Park. William Osula membawa timnya unggul sebelum Jean-Philippe Mateta mengubah keadaan dengan tendangan penalti di injury time.
Palace bangkit setelah Osula membawa Newcastle unggul dengan tendangan close-range sebelum turun minum. Eddie Howe mengakui timnya masih belum pulih dari kekalahan melawan Barcelona dan Sunderland bulan lalu.
Glasner pun memperkenalkan Mateta di babak kedua, yang kemudian menyamakan kedudukan. Pelanggaran bodoh Sven Botman kepada Jefferson Lerma di kotak penalti memicu penalti yang diselesaikan oleh Mateta.
Newcastle kembali kehilangan keunggulan mereka, mirip dengan yang terjadi di Derby Wear-Tyne. Howe merasa frustasi dengan minimnya peluang penembakan dari timnya.
Spekulasi tentang masa depan Howe semakin ramai, sementara Palace sudah memiliki semangat yang baik setelah kemenangan di Conference League melawan Fiorentina. Mereka kini mendekati semifinal Eropa, memberikan peluang bagi Glasner untuk pergi dengan membawa trofi lain pada musim panas ini.
Howe melakukan enam perubahan dari tim yang kalah dari Sunderland tiga minggu lalu, termasuk mengandalkan Osula di lini serang. Meski begitu, Ia mengakui pemilihan tim tidak didasarkan pada biaya transfer melainkan penampilan.
Osula membawa kegembiraan bagi Newcastle sebelum turun minum, tetapi Palace yang menunjukkan permainan yang lebih baik sepanjang pertandingan. Tapi gol Mateta di akhir pertandingan mengakhiri harapan Newcastle.
Kesetaraan dihasilkan dari kerja keras wingbacks Palace, dengan Mateta menjadi penentu kemenangan. Newcastle harus segera bangkit dari kekalahan ini untuk meladeni pertandingan selanjutnya dengan lebih baik.





