Beranda Sepak Bola Debut Pahit Roberto De Zerbi, Tottenham ke zona degradasi

Debut Pahit Roberto De Zerbi, Tottenham ke zona degradasi

34
0

JAKARTA – Debut Roberto De Zerbi yang pahit ketika Tottenham Hotspur mengalami kekalahan 1-0 melawan Sunderland dalam pertandingan English Premier League di Stadium of Light, Minggu, 12 April 2026 WIB. Kekalahan tersebut membuat Tottenham gagal keluar dari zona degradasi. Hasil yang sangat mengecewakan. De Zerbi yang menjadi manajer ketiga dalam satu musim kompetisi menggantikan Igor Tudor memulai pertandingan dengan kekalahan. Kekalahan yang parah sekali lagi, kegagalan meraih poin dalam pertandingan tandang membuat Tottenham gagal meningkatkan peringkat mereka. Sebelumnya, Tottenham telah terjerumus ke zona degradasi menyusul kekalahan telak 4-0 dari West Ham United atas Wolverhampton Wanderers. Keberhasilan West Ham keluar dari zona merah berdampak pada Tottenham, yang menggantikan posisi The Hammers. De Zerbi yang menjadi manajer baru menuju akhir kompetisi diharapkan bisa meningkatkan posisi Tottenham dengan memenangkan kemenangan pertama. Namun, harapan itu tidak sejalan dengan kenyataan karena Tottenham kalah tipis 1-0. Hasil tersebut membuat Tottenham tetap berada di zona degradasi. Mereka menempati posisi ke-18 atau tertinggi dalam zona tersebut dengan 30 poin. Selisih dua poin dari West Ham yang berada di peringkat ke-18. Dan, ini adalah pertama kalinya Tottenham berada di zona degradasi sejak Januari 2009. Ini juga merupakan tugas berat bagi De Zerbi untuk membawa Tottenham keluar ketika kompetisi tinggal enam pertandingan. Di sisi lain, Sunderland telah mengamankan posisi di tengah-tengah tabel setelah memenangkan kemenangan pertama mereka di tahun 2026. Mereka berhasil naik ke posisi ke-10 dengan 46 poin. Sama dengan Brighton and Hove Albion, tapi The Black Cats masih tertinggal dalam selisih gol. Dalam pertandingan, Tottenham mencoba tampil menonjol. Upaya mereka hampir berbuah manis ketika bek sayap Pedro Porro mendapat peluang bagus di menit-menit awal pertandingan. Dimulai dengan aksi brilian dari Dominic Solanke yang berlari untuk menyambut bola dan kemudian melewatkan bola ke Porro. Hanya tendangannya bisa dihentikan oleh kiper Robin Roefs. Selanjutnya, The Lilywhites mendapat peluang lain untuk mencetak gol melalui Randal Kolo Muani. Hanya saja ia gagal memanfaatkan umpan dari Richarlison karena tembakannya dengan mudah bisa diamankan oleh Roefs. Sunderland juga tidak luput dari peluang. Dicatat bahwa penyerang Brian Brobbey hampir saja mencetak gol ke gawang Antonin Kinsky. Hanya tandukan Brobbey dari jarak dekat menyambut umpan silang Enzo Le Fee masih gagal. Tottenham juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan penalti menjelang akhir babak pertama. Insiden dimulai dengan Kolo Muani dijatuhkan oleh Omar Omar Alderete di kotak penalti. Wasit sebenarnya mengarahkan ke titik putih. Namun, setelah meninjau insiden tersebut melalui VAR, takel Alderete dinyatakan bersih sehingga penalti dibatalkan. Tidak ada gol yang diciptakan sepanjang babak pertama. Termasuk upaya Solanke, itu juga tidak menghasilkan hasil karena Roefs bisa mengamankan bola. Memasuki babak kedua, Sunderland, yang mendapat dukungan dari para pendukung, bermain lebih agresif. Namun, tim yang dilatih oleh Regis Le Bris harus menunggu hingga menit ke-61. Dimulai dengan aksi bek Nordi Mukiele yang mengendalikan bola. Kemudian melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Namun, bola mengenai kaki bek Micky van de Ven, yang membuat bola sedikit berputar. Namun, itu mampu mengecoh kiper Kinsky yang gagal mengantisipasi bola. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 untuk Sunderland. Sebenarnya Tottenham mencoba bangkit dan memberikan tekanan. Tapi ada insiden saat bek Cristian Romero bertabrakan dengan rekan setimnya Kinsky. Akibat dari tabrakan keras tersebut, keduanya terjatuh dan harus menjalani perawatan. Mereka diobati cukup lama hingga Romero dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan sehingga harus ditarik keluar. Sementara itu, Kinsky dapat bermain. Namun, kepalanya harus dibalut perban ketika ia menyelesaikan pertandingan. Tidak ada gol lain yang tercipta karena Sunderland gagal untuk menambah keunggulan. Demikian juga, Tottenham tidak mampu menembus pertahanan tim tuan rumah sehingga skor akhir tetap 1-0.