Beranda indonisia Hendra Setiawan menjadi pelatih di Piala Thomas 2026

Hendra Setiawan menjadi pelatih di Piala Thomas 2026

12
0

Legenda Bulutangkis Indonesia Hendra Setiawan akan menjadi pelatih dalam Piala Thomas 2026 yang akan diselenggarakan dari 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark. Ini merupakan kali pertama Hendra duduk di kursi pelatih setelah menjadi andalan sektor ganda putra Indonesia dalam acara ganda putra paling bergengsi selama bertahun-tahun.

Hendra mengatakan bahwa tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa ia bisa menjadi bagian dari skuat tim Piala Thomas dan sebagai pelatih. “Namun, ini adalah panggilan jadi saya harus siap. Ini juga untuk pengalaman saya sebagai pelatih,” kata legenda yang pernah membawa Indonesia meraih kemenangan di Piala Thomas 2020 di Denmark.

Hendra adalah salah satu legenda dalam sejarah bulutangkis Indonesia. Dia adalah juara dunia empat kali (satu kali dengan Markis Kido dan tiga kali dengan Mohammad Ahsan) dan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Dia mengatakan bahwa duduk di kursi pelatih untuk acara bulutangkis yang sangat besar bukanlah tugas yang mudah karena dengan tim dia harus memutuskan siapa pemain yang siap bermain di setiap pertandingan. “Kemarin saya berbicara dengan Antonius Budi Ariantho (pelatih ganda putra) untuk memetakan siapa (pemain) yang melawan ini atau siapa yang akan turun,” kata Hendra.

Hendra lebih lanjut mengatakan bahwa ia siap mentransmisikan semangat dan semangat bertarung ke tim Thomas, yang kali ini diisi dengan kombinasi senior dan junior. “Tentu saja, kekuatannya harus lebih karena dia bermain untuk tim, hasil setiap pemain juga akan memengaruhi yang lain, tetapi yang terpenting adalah bagaimana fokus pada masing-masing dari mereka,” katanya.

Hendra dan tim bulutangkis Indonesia telah tiba di Horsens, Denmark, setelah perjalanan panjang dari Jakarta sejak Kamis, 16 April 2026, WIB malam. Indonesia akan memulai perjalanan di Piala Thomas tahun ini dari Grup D dengan Prancis, Thailand, dan Aljazair. Secara teoritis, Garuda Squad memiliki kesempatan untuk lolos ke babak gugur.

Dalam tiga edisi sebelumnya, Indonesia berhasil mencapai babak final. Dari tiga kesempatan tersebut, satu menghasilkan gelar dan dua lainnya keluar sebagai runner-up.

Secara keseluruhan, Indonesia mengirimkan 20 pemain, terdiri dari 10 pemain laki-laki untuk Piala Thomas dan 10 pemain perempuan untuk Piala Uber. Kedua acara berlangsung secara bersamaan di tempat yang sama.