Beranda indonisia Bali Berisiko Pribadikan Pantai

Bali Berisiko Pribadikan Pantai

62
0

Kesulitan dalam Pelestarian Bali dari Erosi Pantai: Masa Depan Pembangunan Wisata di Bali

Perasaan banyak orang bahwa Bali saat ini berada dalam posisi yang rentan. Dengan perkembangan pariwisata yang terjadi dengan sangat cepat, ada kekhawatiran bahwa pulau ini lebih memprioritaskan pertumbuhan daripada upaya konservasi dan pelestarian yang penting.

Apakah itu erosi pantai di Kuta atau pelestarian lahan di Ubud, bel berbunyi di seluruh Bali untuk menarik perhatian pada kesehatan lingkungan pulau ini.

Ini adalah masalah yang memiliki konsekuensi besar bagi masyarakat lokal dan masyarakat Bali, tetapi juga berdampak pada jutaan wisatawan internasional yang mengunjungi pulau ini setiap tahun. Erosi pantai adalah masalah besar di seluruh Indonesia, tetapi terutama di bagian selatan Bali.

Bagian selatan Bali hanya kebetulan menjadi tempat dengan konsentrasi resor pariwisata tertinggi. Canggu, Seminyak, Legian, Kuta, Jimbaran, Uluwatu, Ungasan, Kutuh, Nusa Dua, dan Sanur semua berada di sepanjang pantai selatan provinsi ini.

Menurut Kementerian Pekerjaan Umum (PU), panjang pantai yang telah dinyatakan dalam kondisi kritis di Bali telah mencapai 215,82 kilometer (km). Itu setara dengan jarak dari Jakarta ke Cirebon, Jawa Barat. Hingga saat ini, hanya 115 km dari pantai yang telah ditangani, sementara sisanya memerlukan penanganan lebih lanjut.

Deputi Menteri PU Diana Kusumastuti berkata, “Jika kita menangani abrasi pantai untuk seluruh Pulau Bali, perkiraan kebutuhan pendanaan ini mencapai Rp 4 triliun. Konstruksi keamanan pantai ini berbentuk revetment (penguatan lereng) dengan penataan batu pelindung yang dilengkapi dengan jalur.”