Beranda indonisia Teknologi AI Memimpin Revolusi Pariwisata di Bali

Teknologi AI Memimpin Revolusi Pariwisata di Bali

2
0

Revolution Kecerdasan Buatan sedang terjadi tepat di depan mata kita.

Sektor perjalanan sedang cepat beradaptasi untuk mengikuti kemajuan kecerdasan buatan (AI), dan di Bali, para pemimpin berharap teknologi ini dapat membantu mempromosikan destinasi baru, mengembangkan bisnis lokal, dan mendukung kebutuhan wisatawan dalam perjalanan mereka.

Pada bulan Desember 2025, Badan Pariwisata Nasional Indonesia, Wonderful Indonesia, meluncurkan teknologi AI miliknya sendiri untuk membantu wisatawan mempelajari lebih lanjut tentang perjalanan di seluruh Nusantara.

Platform ini, yang dinamai Kecerdasan Buatan Meticulous of Indonesia, atau MaiA, ditujukan untuk membantu ribuan wisatawan merencanakan liburan yang lebih berarti di seluruh negeri. Didukung oleh Gemini Google, layanan ini dirancang untuk menyediakan teknologi adaptif, cerdas, dan berorientasi pada wisatawan baik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Peluncuran teknologi ini akan menjadi salah satu pencapaian terbesar dari Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, selama masa jabatannya.

Saat MaiA digunakan oleh ribuan wisatawan setiap bulan, di tingkat lokal, Pemerintah Kabupaten Klungkung mengajak teknologi AI untuk mendorong inovasi dalam memperkuat promosi potensi pariwisata daerah.

Kabupaten Klungkung meliputi Bali Tenggara, Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, yang termasuk destinasi wisata paling diminati di Bali.

Pemimpin dari Kabupaten Klungkung sedang melihat penggunaan teknologi realitas virtual (VR) dan AI untuk mengembangkan serangkaian tur virtual destinasi wisata di wilayah tersebut.

Pembahasan tentang proyek ini dilakukan pekan ini oleh Bupati Klungkung, Made Satria, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, ketika mereka bertemu dengan penyedia layanan VR dan AI di Ruang Rapat Bupati Klungkung.

Bupati Satria memberitahu wartawan, “Promosi pariwisata harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Dengan tur virtual berbasis AI, calon wisatawan dapat mendapatkan gambaran yang realistis sebelum mengunjungi langsung.”

Dia menekankan bahwa Klungkung memiliki potensi besar, mulai dari wilayah Nusa Penida hingga kekayaan budaya kabupaten di pulau utama Bali. Melalui investasi dalam inovasi semacam ini, Bupati Satria berharap destinasi pariwisata unggulan Kabupaten Klungkung dapat mencapai pasar yang lebih luas.

Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana mengatakan bahwa integrasi teknologi VR dan AI juga akan membantu pemerintah memetakan potensi regional secara lebih komprehensif.

Dia mencatat bahwa pendekatan digital dianggap mampu membuka peluang promosi yang belum dimanfaatkan. Hal ini akan membantu menciptakan manfaat ekonomi yang besar bagi bisnis lokal dan masyarakat setempat.

Di kami, The Bali Sun, kami ingin mengujinya bagaimana teknologi AI dapat membantu wisatawan merencanakan perjalanan ke Bali dengan cara yang praktis. Kami bertanya pada asisten perjalanan chatbot MaiA milik Wonderful Indonesia, “Di mana kamu merekomendasikan untuk mengunjungi Kabupaten Klungkung di Bali?”

Asisten perjalanan menjawab, “Kabupaten Klungkung adalah harta karun sejarah, budaya, dan keindahan alam yang menakjubkan! Baik Anda mencari pemandangan pantai ikonik atau melakukanpenyelamatan yang dalam kewarisan Balinese, berikut beberapa tempat teratas yang saya rekomendasikan.”

MaiA kemudian menyoroti destinasi teratas seperti Pantai Kelingking di Nusa Penida, Taman Kertha Gosa di Semarapura, Goa Lawah (juga dikenal sebagai Gua Kelelawar), serta Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Ini tentu merupakan beberapa spot yang tak boleh dilewatkan, tetapi di sini kami di The Bali Sun, kami akan mengarahkan wisatawan ke beberapa destinasi yang lebih tidak biasa di Kabupaten Klungkung.

Kami sangat menyarankan untuk mengunjungi Pura Goa Giri Putri di Nusa Penida untuk pengalaman budaya yang benar-benar otentik.

Tetap di Nusa Penida, meskipun kami menyukai Pantai Kelingking di musim ramai, rasanya bisa terasa ramai. Kami lebih suka mengunjungi titik pandang yang dikenal sebagai Raja Atuh dan bahkan mengambil foto di rumah pohon terkenal.

Dalam hal tempat menginap di Nusa Penida, pilihan terbaik kami termasuk The Angkal Resort, atau untuk pemandangan tepi laut yang belum terjamah, Pramana Natura.