JAKARTA – Manajer sementara Manchester United, Michael Carrick, tidak tertarik untuk mengejar status permanen meskipun berhasil meningkatkan performa tim. Carrick berfokus untuk membawa Man Utd kembali ke Liga Champions musim depan dan menargetkan tiga poin saat menjamu Brentford, Selasa, 28 April 2026 dini hari WIB.
Carrick hanya merupakan manajer sementara, menggantikan Ruben Amorim yang dipecat di tengah kompetisi. Berbeda dengan sebelumnya ketika Carrick diberi tugas melatih dua pertandingan Man Utd, kali ini dia menangani tim hingga akhir musim kompetisi.
Dia juga tidak dijanjikan oleh manajemen bahwa dia akan dijadikan permanen jika berhasil menyelamatkan Man Utd dengan memenangkan tiket ke Liga Champions. Meskipun hanya mendapat tugas hingga akhir musim, ternyata Carrick mampu melakukan perbaikan.
Transformasi Setan Merah begitu nyata dengan mengalahkan tim-tim besar, Manchester City, Arsenal hingga Chelsea. Kapten Bruno Fernandes tampak kembali bersemangat untuk memimpin rekan-rekannya. Gelandang veteran Casemiro juga menunjukkan performa terbaik sehingga ada desakan agar kontraknya diperpanjang selama satu tahun lagi.
Demikian juga, striker Benjamin Sesko telah menemukan ketajamannya dan Kobbie Mainoo telah mengekspresikan komitmen di Man Utd. Carrick tidak hanya mengembalikan moral dan kepercayaan para pemain tetapi juga membawa Man Utd masuk ke zona Liga Champions.
Bahkan tim sudah menempel di posisi ketiga di belakang Man City dan Arsenal. Man Utd juga hanya kalah sekali selama era gelandang bertahan terdahulu di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson.
Keberhasilan Carrick dalam mengubah Man Utd telah membuatnya menjadi calon tetap mengendalikan tim musim depan. Tidak hanya itu, Carrick juga dirumorkan akan mendapatkan kontrak permanen. Apalagi, saat ini Man Utd belum menemukan kandidat manajer meskipun Gareth Southgate dan Luis Enrique, sang pelatih Paris Saint-Germain telah muncul.
Carrick sendiri tidak memikirkan rumor yang mengatakan bahwa dia akan dijadikan permanen oleh manajemen. Manajer berusia 44 tahun ini memilih untuk bersikap tenang dalam merespons hal ini dan fokus untuk mengamankan tiket ke Liga Champions.
Dia juga menekankan bahwa dia tidak akan bertanya kepada manajemen tentang statusnya di Man Utd. Seperti, Carrick tidak akan mengetuk pintu manajemen tertinggi klub hanya untuk meminta agar dijadikan permanen sebagai manajer tim.
“Terkait tenggat waktu [sebagai manajer sementara], saya tidak akan mengejar [posisi manajer],” kata Carrick seperti dikutip oleh goal. “Jika ada kepastian, tentu akan ada penjelasan,” katanya lagi.
“Sudah banyak saya katakan bahwa saya sangat menikmati posisi dan peran sekarang. Ini merupakan kehormatan untuk berada dalam posisi ini. Dan saya siap untuk bertanggung jawab,” katanya.
Carrick, lebih lanjut, mengatakan, “Kami juga mendapatkan hasil yang memuaskan. Performa kami juga telah meningkat. Tetapi kami ingin terus meningkatkan diri kami sendiri. Tentu ada target yang ingin kami capai. Kita akan lihat nanti.”
Jadi, apakah peluang Carrick menjadi manajer resmi dan bukan lagi status sementara? Carrick berpeluang mendapatkan kontrak. Hanya saja klub tidak ingin mengulangi kesalahan seperti ketika menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer pada tahun 2019 hingga 2021 untuk menggantikan Jose Mourinho.
Solskjaer awalnya adalah manajer sementara dengan hasil yang memuaskan. Tim tidak pernah kalah dan menunjukkan kebangkitan. Akibatnya, Solskjaer diangkat sebagai manajer dan tidak lagi memiliki status sementara.
Penunjukan mantan striker Man Utd sebagai manajer juga tidak terlepas dari ikatan emosional karena Solskjaer memang telah menjadi bagian dari kejayaan klub di era Sir Alex Ferguson. Dia juga merupakan sosok yang dicintai dan dihormati oleh para penggemar. Tidak heran penunjukan Solskjaer mendapat dukungan penuh dari para fans.
Namun, penunjukan tersebut karena alasan emosional akhirnya tidak membuahkan hasil. Solskjaer bahkan gagal untuk mengangkat Man Utd. Tak lama setelah mendapatkan kontrak permanen, performa Man Utd terus menurun. Bahkan dia tidak mampu memberikan klub sebuah trofi hingga akhirnya diberhentikan.
Carrick, yang merupakan asisten Solskjaer, menolak untuk dibandingkan dengan rekan-rekan lamanya di Man Utd. Jika akhirnya dia diangkat sebagai manajer, Carrick tidak ingin klub melakukannya dengan pertimbangan emosional seperti yang terjadi pada Solskjaer.
“Saya memiliki rasa hormat padanya yang merupakan sahabat dekat saya. Tidak hanya itu, saya juga pernah bekerja dengannya di sini [Man Utd],” kata Carrick.
“Anda bisa membandingkan saya dengan dia. Tetapi situasinya berbeda dan itu sudah lama. Jadi tidak ada hubungannya dengan itu. Ini bukan tentang negatif atau positif. Tetapi membuat perbandingan semacam itu menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap mereka yang menangani tim. Yang jelas, tim ini berbeda. Jadi tidak ada perbandingan yang bisa dibuat,” katanya.
Carrick sendiri memilih fokus pada pertandingan Premier League berikutnya melawan Brentford di Stadion Old Trafford, Selasa, 28 April 2026 dini hari WIB. Jika mereka menang, Man Utd yang kembali ke jalur setelah mengalahkan Chelsea 1-0 akhir pekan lalu akan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.







