Beranda Sepak Bola Gol last minute Kai Havertz menang atas Arsenal melawan Sporting Lisbon

Gol last minute Kai Havertz menang atas Arsenal melawan Sporting Lisbon

19
0

Jakarta – Arsenal harus bekerja keras dan diselamatkan oleh gol last-minute Kai Havertz untuk memenangkan pertandingan 1-0 atas Sporting Lisbon dalam pertandingan pertama perempat final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Rabu, 8 April 2026 dini hari WIB.

Arsenal datang ke Lisbon dengan modal yang kurang baik. Mereka gagal meraih quadruple setelah kalah dalam final Piala Liga Inggris. Di final, mereka terpaksa menyerah 2-0 oleh Manchester City.

Kegagalan di Carabao Cup, Arsenal kemudian berburu treble dengan harapan memenangkan tiga trofi dalam satu musim. Namun, target itu kembali meleset karena mereka tersingkir di Piala FA. Menghadapi tim dari divisi Championship, Southampton, tim Mikel Arteta kalah 2-1 dan gagal lolos ke semifinal.

Sekarang, Arsenal hanya berharap untuk memenangkan trofi Liga Champions dan Liga Premier Inggris. Menariknya, klub London Utara ini belum pernah mengangkat trofi besar tersebut. Mereka juga sudah lama tidak memenangkan Liga Inggris dan terakhir kali mereka memenangkannya pada tahun 2004 saat legenda Thierry Henry berada di bawah manajer legendaris Arsene Wenger.

Prestasi yang mengecewakan di Piala FA dan Carabao Cup membuat Arsenal sedikit terbebani ketika mengunjungi markas Sporting. Terbukti, mereka kesulitan bahkan mendapat tekanan dari tuan rumah yang membuat kiper David Raya bekerja keras.

Untungnya, Havertz adalah penyelamat. Ketika Viktor Gyokeres gagal menunjukkan ketajamannya saat menghadapi mantan klubnya, Havertz, yang menjadi pemain pengganti, berhasil mengatasi kebuntuan pada waktu injury time.

Kemenangan 1-0 ini adalah modal penting bagi The Gunners untuk lolos ke babak semifinal. Alasannya, mereka hanya perlu hasil imbang dalam pertandingan kedua yang akan digelar di kandang di Emirates, Kamis, 16 April 2026 dini hari WIB.

Di sisi lain, Sporting harus bekerja keras untuk menyingkirkan Arsenal. Tim yang dilatih oleh Rui Borges harus mampu mengejar defisit gol untuk lolos ke babak semifinal.

“Dengan bermain lebih antusias dan cepat. Kami juga lebih efisien saat membongkar pertahanan mereka, terutama ketika lawan bermain dalam posisi defensif,” kata Arteta sebagai respon terhadap kinerja timnya dan kemenangan. Menurutnya, Arsenal seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol jika tidak dibatalkan.

“Kami juga mencetak gol yang kemudian dianulir. Selain itu, kami memiliki dua atau tiga peluang yang seharusnya menjadi gol. Harus diakui bahwa kami lemah dalam penyelesaian akhir. Pada akhirnya, penyelesaian akhir kami yang memenangkan pertandingan,” kata dia lagi.

Dalam pertandingan itu, Arsenal bermain sangat agresif. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas pemenang yang kuat. Ini untuk menjawab kritik bahwa pemain Arsenal seperti tidak memiliki mentalitas pemenang saat menghadapi situasi kritis.

Arteta sendiri menyatakan bahwa para pemainnya ‘lebih lapar dari sebelumnya’. Mereka juga menjadikan ‘sakitnya’ kegagalan sebagai motivasi untuk menghadapi tantangan.

Hasilnya, mereka memang menunjukkan dominasi atas lawan-lawan mereka. Meskipun kehilangan sejumlah pemain penting, termasuk Jurrien Timber, Piero Hincapie, Eberechi Eze, dan Bukayo Saka, Arsenal tetap tampil solid. Klasemen Liga Premier masih menunjukkan keyakinan yang kuat melawan lawan-lawan yang memiliki catatan 17 kemenangan dalam pertandingan kandang.

Arsenal memang memulai pertandingan dengan tekanan. Namun, kiper David Raya menunjukkan performa terbaiknya dengan mengeblok peluang Maxi Araujo untuk memaksimalkan umpan dari Ousmane Diomande. Begitu juga, peluang dari gelandang Geny Catamo dapat digagalkan oleh Raya.

Di bawah tekanan, Arsenal mampu mengatasinya. Mereka juga berhasil keluar dari tekanan dan mendapat kesempatan melalui Martin Odegaard. Namun tendanganannya bisa dihentikan oleh kiper Rui Silva.

Setelah gagal mengatasi kebuntuan dan membuat Arteta terlihat frustrasi, permainan Arsenal membaik di babak kedua. Setidaknya ada kesempatan dari Leandro Trossard yang hampir mencetak gol jika tendangannya tidak melebar. Selanjutnya, tendangan bebas Odegaard juga bisa diselamatkan oleh Silva.

Ketika pertandingan diharapkan berakhir imbang, Arsenal akhirnya berhasil mengatasi kebuntuan. Ketika pertandingan memasuki waktu injury time, Havertz berhasil memaksimalkan umpan brilian dari Gabriel Martinelli. Havertz, yang lolos dari perangkap offside, melepaskan tembakan yang mengalahkan Silva.

Gol pada menit 90+1 memberi Arsenal keunggulan 1-0. Skor tetap sampai akhir pertandingan dan menjadi modal berharga bagi Gunners untuk melengkapi babak perempat final.