Beranda Sepak Bola Belgia Hancurkan Amerika Serikat Lima Gol

Belgia Hancurkan Amerika Serikat Lima Gol

9
0

JAKARTA – Belgia, yang turun dengan kekuatan penuh, termasuk gelandang veteran Kevin De Bruyne, menghancurkan Amerika Serikat 5-2 dalam pertandingan persahabatan di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, AS, Minggu, 29 Maret 2026 dini hari WIB.

Pemanasan dengan akhir yang sangat buruk bagi Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Hanya saja, Belgia bukan lawan mudah bagi AS. Apalagi, pelatih Rudi Garcia menurunkan tim terbaiknya meski menghadapi AS yang bukan tim unggulan di Piala Dunia.

Kiper Senne Lammens, yang sedang naik daun dengan Manchester United, dipercaya untuk berdiri di bawah gawang Belgia. Meskipun tidak ada kiper Thibaut Courtois, Lammens dapat diandalkan bersama kiper Nottingham Forest Matz Sels. Selain Courtois, penyerang Napoli Romelu Lukaku tidak ada dalam skuad. Di garis depan, Garcia menaruh harapannya pada penyerang Atalanta Charles De Ketelaere untuk membobol gawang AS.

AS sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Pelatih Mauricio Pochettino langsung mengirim winger AC Milan Christian Pulisic yang berdampingan dengan Weston McKennie yang bermain untuk Juventus. McKennie juga memberi harapan bagi AS ketika dia berhasil mencetak gol ke gawang Lammens pada menit ke-39.

Gol dimulai dari tindakan bek Antonee Robinson yang juga ikut menyerang. Menerima bola dari tendangan sudut, dia kemudian memberikan umpan silang yang mengarah ke McKennie. Tanpa kesulitan, gelandang berusia 27 tahun itu menyelesaikan assist dari Robinson ke sudut bawah gawang yang memberi AS unggul 1-0.

Namun keunggulan tim tuan rumah tidak bertahan lama. Belgia berhasil bangkit dan langsung memberikan tekanan pada pertahanan AS. Meskipun tertahan, Belgia akhirnya mampu menyamakan skor sebelum turun minum.

Bek Zeno Debast mencetak gol brilian dengan tendangan jarak jauh pada menit ke-45. Ketika menerima bola, dia mengendalikan terlebih dahulu sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal diselamatkan oleh kiper Matt Turner. Skor berubah menjadi 1-1 setelah 45 menit pertama.

Memasuki babak kedua, Belgia menampilkan permainan ofensif. Mereka menunjukkan dominasi atas AS. Bahkan Belgia tidak butuh waktu lama untuk membalikkan keadaan ketika Amadou Onana menerima bola dari Alexis Saelemaekers. Gelandang Aston Villa ini kemudian memanfaatkan peluang untuk mencetak gol ke gawang AS pada menit ke-53. Sekali lagi, ini adalah gol fantastis dari Onana yang mengubah skor menjadi 2-1.

Belgia terus mendominasi permainan dan berhasil meningkatkan keunggulan. Hanya enam menit kemudian, Belgia mendapat tambahan gol dari titik penalti setelah bek Tim Ream menyentuh bola di kotak penalti. Penyerang De Ketelaere menyelesaikan eksekusi dengan baik dan membawa Belgia unggul 3-1.

Belgia tidak terbendung. Sementara itu, tim yang dilatih Pochettino tidak mampu keluar dari tekanan. Ini merupakan sinyal bagi Pochettino untuk melakukan perbaikan agar The Stars and Stripes bisa bersaing di Piala Dunia yang tinggal kurang dari tiga bulan lagi.

Bahkan gol AS kembali kebobolan ketika tembakan Dodi Lukebakio ke sudut kiri atas gawang gagal dijangkau Turner. Gol ini pada menit ke-68 mengubah skor menjadi 4-1.

Selanjutnya, Belgia masih menambah gol. Lukebakio berhasil mencetak brace pada menit ke-81. Tendangannya membawa Belgia unggul besar 5-1. AS hanya mampu mengurangi kekalahan lima menit kemudian. Kali ini, Patrick Sgyemang memanfaatkan bola liar untuk mengalahkan Lammens dan mengubah skor menjadi 5-2. Skor tetap sama hingga akhir pertandingan.