Beranda Sepak Bola Gol Menit Terakhir Chelsea Mencegah Man City Menyusul Arsenal

Gol Menit Terakhir Chelsea Mencegah Man City Menyusul Arsenal

59
0

JAKARTA – Manchester City gagal mendekati Arsenal setelah kehilangan satu poin penuh karena gol last-minute Chelsea yang menyamakan skor menjadi 1-1 dalam pertandingan Liga Utama Inggris di Etihad Stadium, Senin, 5 Januari 2026 WIB.

Kekalahan Man City yang mengecewakan ketika Arsenal terus menambah kecepatan dan tidak berhenti menang telah mengonfirmasi posisi mereka di puncak klasemen Liga Inggris. Man City, yang mencoba menjaga selisih poin dengan Arsenal, kehilangan satu poin penting ketika memulai tahun 2026.

Ya, Man City telah kehilangan poin saat mereka diimbangi oleh Sunderland 0-0 yang mengakhiri rekor sembilan kemenangan beruntun. Gagal memenangkan pertandingan tandang, The Cityzens berharap bisa bangkit saat menjamu Chelsea dalam pertandingan besar.

Harapan semakin kuat karena Chelsea menghadapi masalah serius setelah memecat manajer Enzo Maresca. Keputusan mengejutkan karena Chelsea kehilangan manajer tepat ketika mereka sedang bermain dalam pertandingan penting.

Namun, Man City tidak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dan kembali kehilangan poin. Meskipun mereka unggul lebih dulu, mereka harus puas dengan hasil imbang 1-1. Ironisnya, gol Chelsea datang di masa injury time.

Satu poin tambahan hanya untuk meningkatkan peringkat Man City dengan menggeser Aston Villa. Sekarang, kedua tim memiliki 42 poin. Namun, Man City masih unggul dari selisih gol. Mereka juga tertinggal enam poin dari Arsenal.

Sementara itu, Chelsea tetap bertahan di urutan kelima dengan 31 poin. Sama seperti Manchester United yang bermain imbang 1-1 melawan Leeds United. Hanya saja, Chelsea memiliki selisih gol.

Kegagalan memenangkan pertandingan di kandang membuat gelandang Rodri kecewa. Apalagi tim mampu mendominasi permainan dan menciptakan sejumlah peluang, terutama di babak pertama.

“Kami bermain dengan brilian, terutama di babak pertama. Bahkan seharusnya kami bisa mencetak tiga atau empat gol. Namun di babak kedua kami gagal mendominasi permainan. Di sisi lain, mereka mampu mengontrol permainan,” kata Rodri, yang menilai bahwa ketika Josko Gvardiol dan Ruben Dias absen karena cedera, permainan Man City berubah.

“Tim kehilangan keseimbangan segera setelah satu pemain keluar (karena cedera). Namun, kami masih mampu mengatasinya karena kami memiliki banyak pemain berbakat. Pertanyaannya, kami tidak lagi mendominasi,” katanya.

Dalam pertandingan itu, Man City, yang kembali kepada Rodri setelah absen cukup lama karena cedera, mampu menunjukkan dominasi atas Chelsea. Manajer interim Calum McFarlane, yang merupakan pelatih Chelsea U-21, mengalami kesulitan dalam menyajikan tim yang solid.

Meski lebih dominan, Man City harus bekerja keras untuk menembus pertahanan The Blues. Mereka hanya mendapat peluang bagus melalui Phil Foden pada menit ke-20. Namun tendangan Foden masih melebar. Selanjutnya, tendangan Bernardo Silva juga terbang tinggi di atas gawang.

Kiper Chelsea, Filip Jorgensen, yang memulai di Liga Premier untuk pertama kalinya menggantikan Robert Sanchez yang cedera, mampu tampil brilian.

Ia melakukan penyelamatan brilian ketika menjauhkan tendangan Erling Haaland. Bahkan Haaland yakin akan mencetak gol dan hampir merayakannya namun ia harus kecewa karena Jorgensen bisa menghentikannya.

Namun, gol Jorgensen akhirnya kebobolan menjelang akhir babak pertama. Gelandang kelahiran Indonesia, Tijjani Reijnders, berhasil membuka kebuntuan. Tembakan keras Reijnders gagal diselamatkan oleh Jorgensen, yang mengubah skor menjadi 1-0. Skor tetap sampai babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Man City terus mendominasi. Namun, upaya tim Pep Guardiola tidak membuahkan hasil. Lebih lagi, tuan rumah kehilangan Gvardiol yang cedera.

Chelsea sendiri mendapat kesempatan untuk bangkit. Serangan mereka mulai mengancam pertahanan Man City. Penyerang Pedro Neto hampir berhasil mencetak gol Gianluigi Donnarumma ketika tembakannya melambung di atas mistar.

Demikian pula, peluang untuk Liam Delap masih bisa digagalkan oleh Donnarumma. Bahkan, kiper tim nasional Italia ini sebenarnya bisa menghalangi usaha Enzo Fernandez di masa injury time.

Namun Fernandez berhasil memaksimalkan bola rebound yang mengubah skor menjadi 1-1 hanya beberapa saat sebelum pertandingan berakhir. Skor itu bertahan hingga akhir.