Beranda Sepak Bola Kejutan Nottingham Forest Menyingkirkan Porto dengan Kemenangan 1

Kejutan Nottingham Forest Menyingkirkan Porto dengan Kemenangan 1

34
0

JAKARTA – Nottingham Forest membuat kejutan dengan mengeliminasi Porto dan lolos ke semifinal Liga Europa. Forest memastikan lolos ke empat besar menghadapi sesama tim Liga Utama Inggris Aston Villa setelah mengalahkan 10 pemain Porto 1-0 dalam leg kedua perempat final di Stadion City Ground, Jumat, 17 April 2026 dini hari WIB.

Porto harus bermain dengan 10 orang sejak awal pertandingan. Itulah sebabnya bek Jan Bednarek melakukan kesalahan fatal setelah lututnya menabrak striker Chris Wood. Akibatnya, Wood mengalami cedera yang membuatnya menjalani perawatan. Tidak hanya itu, Wood kemudian digantikan oleh Igor Jesus.

Sementara itu, Bednarek mendapat kartu merah setelah wasit memeriksa insiden tersebut melalui VAR. Kartu merah selama pertandingan hanya berlangsung delapan menit, meninggalkan Porto dalam kebingungan. Ternyata hanya beberapa menit kemudian, Forest, yang masih berjuang di dasar klasemen Liga Inggris, berada di peringkat ke-16, berhasil mencetak gol ke gawang Porto.

Gol tersebut dicetak oleh Morgan Gibbs-White setelah tendangannya mengenai lawan kemudian masuk ke gawang Porto. Saat merayakan gol, Gibbs-White menunjukkan jersey pemain Forest, Elliot Anderson, yang absen dalam pertandingan karena ibunya meninggal. Dia dan rekan-rekannya menunjukkan dukungan dan rasa hormat untuk Anderson yang sedang berduka.

Setelah unggul 1-0, Forest malah kesulitan menambah keunggulan. Di sisi lain, Porto mencoba mengejar ketertinggalan gol. Bahkan, tim tamu hampir menyamakan kedudukan melalui William Gomes di babak kedua. Namun, tembakan Gomes dari jarak dekat masih gagal.

Selanjutnya, pemain pengganti Alan Varela juga hampir mencetak gol untuk Porto menuju akhir pertandingan. Namun tendangannya masih mengenai mistar.

Skor tetap 1-0 untuk Forest sehingga pertandingan berakhir. Hasil ini membuat Forest menang 2-1 secara agregat. Hal ini karena dalam pertandingan pertama, juara Piala Champions dua kali [kini Liga Champions] bermain imbang 1-1.

Di babak semifinal, Forest, yang tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak 1996 saat mereka tampil di Piala UEFA, bertemu Aston Villa, yang mengeliminasi Bologna setelah menang 4-0 dalam leg kedua. Kemenangan besar tersebut memberikan Villa keunggulan agregat 7-1.

“Klub dan para pendukung pantas mendapatkannya [keberhasilan lolos ke semifinal]. Saya memiliki tim yang fantastis. Mereka menunjukkan semangat, karakter, dan kualitas yang luar biasa,” kata manajer Vitor Pereira, yang menolak memberikan komentar tentang pertandingan melawan Villa di semifinal.

“Terlalu berlebihan jika saya memikirkan Villa sekarang. Lebih baik saya memikirkan Burnley [di Liga Utama] yang akan kami hadapi akhir pekan ini,” ujarnya.